Silahkan membaca renungan untuk tanggal yang bersangkutan dengan meng"klik" tanggal tsb. di kalender.
Semua renungan dibawah ini diterbitkan seizin Gloria Cyber ministries, Yogyakarta.

 

April  2005

Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30  

 


Jumat, 1 April
BARANG YANG PECAH
Baca:Mazmur 31:10-25
Aku … telah menjadi seperti barang yang pecah (Mazmur 31:13)
Bacaan Alkitab Setahun:1 Samuel 21-24

Tidak banyak kehidupan utuh di dunia ini yang berguna bagi Allah. Hanya beberapa orang yang dapat melaksanakan harapan dan rencana mereka tanpa mengalami gangguan dan kekecewaan sepanjang hidup mereka.
Namun, kekecewaan manusia kerap kali merupakan rancangan Allah. Dan hal-hal yang kita yakini sebagai tragedi barangkali merupakan suatu kesempatan yang telah dipilih Allah untuk menunjukkan kasih dan anugerah-Nya. Hanya dengan mengikuti alur kehidupan orang-orang yang hancur ini, maka kita akan dapat melihat bahwa mereka akhirnya menjadi orang kristiani yang lebih baik dan efektif daripada jika mereka melaksanakan semua rencana dan maksud mereka sendiri.
Apakah Anda saat ini sedang mengalami kehancuran? Apakah sesuatu yang paling Anda kasihi telah direnggut dari kehidupan Anda? Ingatlah bahwa jika Anda mampu melihat maksud dari semuanya itu melalui sudut pandang Allah, maka Anda akan memuji Tuhan.
Hal-hal terbaik yang terjadi pada diri kita bukanlah hal-hal yang berlangsung dengan cara kita, namun bila kita mengizinkan Allah bekerja dengan cara-Nya. Walaupun ujian, pencobaan, serta dukacita kerap kali tampak keras dan kejam, tetapi itulah cara Allah menunjukkan kasih-Nya dan pada akhirnya akan menjadi yang terbaik bagi kita.
Ingatlah, kita kini memegang janji dari Tuhan: “Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela” (Mazmur 84:12) —MRD

BAGI ORANG KRISTIANI KEPENUHAN HIDUP SELALU DATANG SETELAH KEHANCURAN

kembali ke atas

 

Sabtu,2 April
SAHABAT ANAK-ANAK
Baca:Matius 19:13-15
Yesus berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga” (Matius 19:14)
Bacaan Alkitab Setahun:1 Samuel 25-28

Hari ini, orang-orang di seluruh dunia merayakan peringatan 200 tahun kelahiran pendongeng besar Hans Christian Andersen. Pelajaran dan semangat yang terkandung di dalam kisah-kisah seperti Anak Itik yang Buruk Rupa, Putri Duyung, dan Pakaian Baru Sang Kaisar masih dianggap sebagai sebuah hadiah besar bagi anak-anak di mana saja.
Namun, saya diingatkan bahwa Yesus Kristus adalah sahabat terbesar anak-anak yang pernah dikenal dunia. Tak seorang pun pernah lebih banyak melakukan sesuatu bagi anak-anak itu daripada Yesus.
Saat murid-murid Yesus memarahi orang yang membawa anak-anak kecil kepada-Nya, Tuhan berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga” (Matius 19:14).
Yesus menghargai anak-anak sebagai pribadi-pribadi yang bernilai. Setelah dielu-elukan di Yerusalem, Tuhan menerima pujian anak-anak dan mengingatkan orang-orang yang mengkritik mereka bahwa Allah telah menyediakan puji-pujian bahkan “dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu” (Matius 21:16; Mazmur 8:3).
Persahabatan dengan Sang Juruselamat merupakan hak istimewa bagi semua orang yang percaya kepada-Nya, yang memiliki iman sederhana seperti seorang anak. Tangan-Nya yang penuh kasih dan hati-Nya yang lembut siap memeluk setiap anak yang menerima-Nya. Dia bersedia menerima semua orang yang membuka hati mereka kepada-Nya dengan sepenuh hati. Dia adalah Sahabat anak-anak —DCM

SANG PENCIPTA MENYEMBUNYIKAN RAHASIA DARI ORANG BERHIKMAT NAMUN DIA MEMBUKA DIRI-NYA UNTUK DIKENAL OLEH ANAK-ANAK

kembali ke atas

 

Minggu, 3 April
SARANG LABA-LABA
Baca:Roma 10:11-17
Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia? (Roma 10:14)
Bacaan Alkitab Setahun:1 Samuel 29-31

Alkisah, seorang pelukis diberi tugas untuk menggambarkan sebuah gereja yang tidak terawat. Akan tetapi, bukannya melukis puing-puing tua yang hampir roboh, ia justru melukis sebuah bangunan megah yang berdesain modern. Dari jendela-jendelanya dapat terlihat sebuah kotak yang penuh hiasan untuk mengumpulkan persembahan dari para jemaatnya. Di atasnya tergantung sebuah papan bertuliskan “Untuk Misi”. Akan tetapi, yang menyedihkan adalah kotak tersebut diselimuti oleh sarang laba-laba.
Gereja atau pribadi yang hati dan hidupnya tidak terlibat dalam pengabaran Injil sedunia, saat ini sedang berjalan menuju kehancuran. Kita barangkali terlibat di dalam “kegiatan kristiani” yang meluap-luap, namun energi kita akan salah arah apabila program Allah yang utama bagi zaman ini telantar.
Allah telah merancang penginjilan dunia sedemikian rupa sehingga setiap orang percaya terlibat secara aktif. Kita semua perlu meminta “kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Matius 9:38).
Sebagian orang juga akan dipanggil secara khusus oleh-Nya untuk menjadi pengabar Injil, karena jika tidak, “bagaimana mereka mendengar?” (Roma 10:14).
Sementara itu, orang lain akan menjadi pemberi dan pengutus, karena “bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?” (ayat 15).
Jangan sampai misi dunia diselimuti oleh sarang laba-laba karena sikap kita yang kurang peduli —PRVG

JUTAAN ORANG MENUJU KEBINASAAN—TANPA PERNAH MENDENGAR

kembali ke atas

 

Senin,4 April
HIKMAT FIRMAN ALLAH
Baca:Amsal 8:12-21
Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? … Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
(1 Korintus 1:20)
Bacaan Alkitab Setahun:2 Samuel 1-4

Kita menggali Kitab Suci. Kitab Suci diilhamkan oleh Allah dan mengajarkan kepada kita jalan menuju hidup yang berkelimpahan di dunia ini serta hidup kekal di dunia yang akan datang. Memang benar, Kitab Suci merupakan sumber hikmat yang melebihi hikmat para filsuf yang paling bijaksana sekalipun (1 Korintus 1:20). Akan tetapi, fakta ini jarang diakui dalam kebudayaan kita.
Maka saya pun gembira pada saat membaca sebuah artikel yang ditulis oleh kolumnis The New York Times, David Brooks, yang memuji hikmat alkitabiah. Ia memuji Martin Luther King Jr. karena wawasan tentang sifat manusia diperolehnya dari Kitab Suci. Ia merasa bahwa King “memiliki pandangan yang lebih akurat tentang realitas politik dibandingkan sekutu-sekutu liberalnya yang lebih sekuler karena ia dapat memanfaatkan hikmat alkitabiah mengenai sifat manusia. Agama tidak hanya membuat para pemimpin yang merumuskan hak asasi manusia lebih kuat—agama membuat mereka lebih pintar”. Dan Brooks berkata lebih lanjut, “Hikmat alkitabiah lebih dalam dan lebih akurat daripada hikmat yang ditawarkan ilmu-ilmu sosial sekuler.”
Apakah kita memanfaatkan sumber hikmat itu di dalam kehidupan kita? Kita membutuhkan hikmat Kitab Suci untuk mengatasi masalah-masalah pribadi kita dan persoalan politik. Jika kita mempelajari dan menaati Alkitab, kita akan dapat bersaksi dengan rendah hati bersama sang pemazmur, “Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan” (Mazmur 119:99) —VCG

SATU KEBENARAN DARI ALKITAB LEBIH BERNILAI
DARIPADA SEMUA HIKMAT MANUSIA

kembali ke atas

 


Selasa,5 April
DI MANA KEYAKINAN ANDA?
Baca:Yeremia 17:5-10
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
(Yeremia 17:7)
Bacaan Alkitab Setahun:2 Samuel 5-8

Marilah kita bicara dengan jujur. Dapatkah kita selalu memercayai diri sendiri dalam segala hal? Bahkan Rasul Paulus berkata dengan tegas tentang dirinya, “Aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak” (1 Korintus 9:27). Ia tidak akan memercayai dirinya sendiri untuk melakukan hal yang benar kecuali jika ia menjaga tubuhnya di bawah disiplin yang keras.
Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita tentang “betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?” (Yeremia 17:9). Kita tidak mungkin dapat mengukur tingkat kelicikan hati kita. Maka bagaimanakah kita dapat memercayai diri sendiri atau orang lain sepenuhnya?
Nabi Yeremia memperingatkan raja-raja terakhir Yehuda supaya mereka tidak mengandalkan raja-raja duniawi (ayat 5,6). Akan tetapi, rupanya mereka terus-menerus mencari pertolongan dari Mesir. Alangkah bodohnya mereka! Mereka seharusnya bertobat dari kefasikan mereka dan berbalik mencari pertolongan Allah yang Mahakuasa.
Siapakah yang dapat kita andalkan untuk menolong kita di saat-saat yang sulit dan tidak pasti? Firman Allah mengatakan bahwa mereka yang mengandalkan Allah adalah seperti pohon yang ditanam di tepi air. Bahkan di musim kering mereka tidak akan berhenti menghasilkan buah (ayat 7,8).
Marilah memercayai Allah untuk menghasilkan buah di dalam hidup kita —AL

JANGAN BIARKAN RASA PERCAYA DIRI ANDA
MENGGANTIKAN KEPERCAYAAN ANDA KEPADA ALLAH

kembali ke atas

 

Rabu,6 April
PULANG DAN CERITAKANLAH
Baca:Lukas 8:26-39
Pulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu (Lukas 8:39)
Bacaan Alkitab Setahun:2 Samuel 9-12

Dua pria muda telah berteman sejak kecil. Pria yang satu kristiani, yang lainnya bukan. Pria yang kedua sebentar lagi akan berlayar jauh, dan yang kristiani terdorong untuk berbicara kepadanya mengenai Kristus sebelum ia pergi. “Saya akan melakukannya dalam perjalanan ke dermaga,” ia berjanji kepada dirinya sendiri. Namun saat mereka sampai di dermaga, ia masih belum melakukannya.
Ia naik ke atas kapal untuk mengucapkan selamat tinggal, dan berpikir, “Saat kita membawa bagasi ke kamarnya, saya akan berbicara kepadanya.” Namun kuli mengambil semua bagasi dan koper, sehingga mereka tidak mengunjungi kabin. Akhirnya ia berkata kepada dirinya sendiri, “Saya akan bersaksi kepadanya di suatu tempat sepi sebelum kapal berangkat.”
Namun, tiba-tiba terdengar pemberitahuan bahwa semua pengunjung harus turun dari kapal. Dua bulan kemudian terdengar kabar bahwa sang pria telah meninggal di luar negeri.
Dalam Injil Lukas, kita membaca tentang seorang pria yang dirasuki banyak setan dan telah disembuhkan secara luar biasa oleh Yesus. Dengan penuh syukur kepada Tuhan ia ingin tinggal bersama-Nya untuk menyembah-Nya (8:38). Namun Yesus berkata, “Pulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu” (ayat 39).
Apakah Anda bersedia menerapkan perkataan Yesus di dalam hidup Anda dan bercerita kepada seseorang tentang anugerah serta keselamatan-Nya? Anda dapat memulai hal itu dari rumah. Janganlah menunda-nunda. Ceritakanlah Yesus kepada seseorang, saat ini juga! —MRD

TEMPAT APA PUN DAPAT MENJADI TEMPAT YANG TEPAT
UNTUK BERSAKSI

kembali ke atas

 


Kamis,7 April
ANDA SEDANG BERGUMUL?
Baca:Ibrani 12:1-7
Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu ..., supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa (Ibrani 12:3)
Bacaan Alkitab Setahun:2 Samuel 13-15

Saat itu saya sudah dua tahun menjanda dan sedang bergumul. Dari pagi ke pagi kehidupan doa saya berisi satu keluhan yang sama: “Tuhan, saya tidak seharusnya bergumul seperti ini!” “Mengapa tidak?” suara-Nya yang sayup-sayup bertanya dari dalam diri saya pada suatu pagi.
Lalu datanglah jawabannya—kesombongan terselubung! Entah bagaimana, saya berpikir bahwa seseorang dengan kedewasaan rohani seperti saya tidak seharusnya mengalami pergumulan semacam itu. Itu benar-benar pemikiran yang menggelikan! Saya belum pernah menjanda sebelumnya sehingga membutuhkan kerelaan untuk belajar—sekalipun harus bergumul.
Pada saat yang sama, saya diingatkan tentang kisah seorang pria yang membawa pulang sebuah kepompong agar dapat memerhatikan proses lahirnya emperor moth [sejenis ulat sutra]. Saat calon kupu-kupu itu berjuang menembus celah kepompong yang kecil, sang pria memperlebar celah itu dengan ujung guntingnya. Binatang itu memang muncul dengan mudah—namun sayap-sayapnya tidak mengembang. Pergumulan melalui celah yang sempit merupakan cara Allah untuk mendorong cairan dari tubuh ke sayapnya. Pada kenyataannya, bantuan gunting yang “murah hati” itu adalah tindakan yang kejam.
Ibrani 12 menggambarkan kehidupan kristiani sebagai sebuah perlombaan yang melibatkan ketekunan, disiplin, dan teguran. Kita selalu membutuhkan perjuangan yang kudus untuk melawan diri sendiri dan dosa. Kadang kala pergumulan justru kita perlukan untuk menjadi pribadi yang sesuai dengan maksud Allah —JEY

KITA MENGALAMI KEKUATAN ALLAH
DI TENGAH KETEGANGAN PERGUMULAN KITA

kembali ke atas

 


Jumat,8 April
AMBISI YANG SETIA
Baca:Galatia 6:12-18
Aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus (Galatia 6:14)
Bacaan Alkitab Setahun:2 Samuel 16-18

Pada akhir abad ke-19, seorang mantan mahasiswa Universitas Oxford menjadi Kanselir Inggris. Salah seorang teman sekelasnya menjadi Sekretaris Luar Negeri Inggris. Orang ketiga memperoleh reputasi internasional sebagai pengarang. Sedangkan orang keempat, Temple Gairdner, barangkali merupakan siswa yang paling berbakat di antara teman-teman sekelasnya, akan tetapi ia justru tidak menjadi orang yang tenar dan berpengaruh. Mengapa demikian? Karena ia telah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya dan hidup sebagai misionaris di daerah yang terpencil dan berbahaya.
Sebenarnya Gairdner bisa saja menjadi orang yang terkenal seperti teman-temannya. Akan tetapi, pada saat memutuskan untuk menjadi seorang misionaris, ia menulis surat kepada saudara perempuannya, “Saya merasakan suatu ambisi yang sangat sulit untuk dipadamkan. Apabila menilik latar belakang keluarga dan pendidikan seseorang yang tinggi, ambisi untuk menjadi terkenal dan ternama memang tampak wajar. Sangat sulit untuk melepaskan diri dari semua itu dan mau meninggal tanpa dikenal.”
Kita mungkin tidak diminta untuk berkorban seperti itu. Namun apakah kita bersedia melayani Sang Juruselamat dengan ketaatan penuh? Untuk melayani Dia dengan setia kita harus mengesampingkan kepentingan kita sendiri, seperti yang dilakukan Paulus: “Aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus” (Galatia 6:14).
Kita tidak perlu menjadi terkenal. Namun, kita perlu setia ke mana pun Allah memanggil kita —VCG

DUNIA MENGHARGAI KESUKSESAN JANGKA PENDEK
TETAPI ALLAH MENGHARGAI KESETIAAN JANGKA PANJANG

kembali ke atas

 


Sabtu,9 April
SALIB DAN MAHKOTA
Baca:Markus 11:1-11
Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai (Zakharia 9:9)
Bacaan Alkitab Setahun:2 Samuel 19-21

Pada hari yang kita sebut sebagai Hari Minggu Palem, Tuhan Yesus memperkenalkan diri-Nya kepada bangsa Israel sebagai Raja ketika Dia memasuki Yerusalem dengan mengendarai seekor keledai. Seandainya saat itu ia mengendarai seekor kuda yang gagah, Dia akan lebih tampak seperti raja. Namun, Zakharia telah bernubuat bahwa Dia akan datang dengan rendah hati. Dan itulah yang dilakukan-Nya.
Mengapa? Raja-raja Timur mengendarai keledai saat membawa misi damai. Sedangkan kuda dipakai sebagai alat perang.
Orang-orang yang berkumpul mengaitkan hal itu dengan kemakmuran duniawi dan kemerdekaan dari Roma. Maka mereka berseru, “Hosana di tempat yang mahatinggi!” (Markus 11:10). Namun beberapa hari kemudian, seruan mereka berubah menjadi: “Salibkanlah Dia!” (15:13).
Sebagian orang yang menyebut diri sebagai pengagum Yesus tidak mengakui Dia sebagai Juruselamat orang-orang berdosa. Namun, kebutuhan kita yang terdalam tak dapat dipenuhi sebelum masalah dosa kita diatasi. Karena itu, Kristus memasuki Yerusalem dengan menunggang seekor keledai dan wajah-Nya tertuju pada salib. Dia sungguh-sungguh menyadari bahwa Dia akan mengalami kematian yang memalukan dan menyakitkan di sana. Kini, setelah membayar harga dosa manusia, Dia sangat ditinggikan di sebelah kanan Allah dan akan datang kembali sebagai Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. Salib-Nya harus mendahului mahkota-Nya.
Jika kita ingin menjadi bagian dari kerajaan surgawi-Nya, kita harus menerima Dia sebagai Juruselamat kita sekarang —HVL

TIDAK AKAN ADA YANG MEMAKAI MAHKOTA DI SURGA
JIKA KRISTUS TIDAK MEMIKUL SALIB DI BUMI

kembali ke atas

 

Minggu,10 April
LEPASKAN BALON ANDA!
Baca:2 Samuel 22:1-8
Aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu, ya TUHAN, ... dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu (2 Samuel 22:50)
Bacaan Alkitab Setahun:2 Samuel 22-24

Para peserta konferensi pada sebuah gereja di Nebraska diberi balon-balon yang berisi gas helium. Kemudian mereka diminta untuk melepaskan balon-balon tersebut di tengah-tengah kebaktian, yaitu pada saat mereka merasa ingin mengungkapkan sukacita. Sepanjang kebaktian, balon-balon tersebut membumbung naik satu per satu. Akan tetapi, di akhir kebaktian, sepertiga peserta belum melepaskan balon mereka. Saya lalu bertanya-tanya, apakah mereka tidak dapat memikirkan satu alasan pun untuk memuji Allah.
Raja Daud pasti telah melepaskan balonnya pada saat menyanyikan lagu pujian yang tercatat di dalam kitab 2 Samuel 22. Ia bersukacita karena Allah telah melepaskan ia dari semua musuhnya (ayat 1). Sebelumnya, pada saat bersembunyi dari Raja Saul di padang gurun yang berbatu, ia telah belajar bahwa rasa aman yang sejati hanya dapat ditemukan di dalam Allah (1 Samuel 23:25). Hati Daud merasa harus “menyanyikan syukur” dan “menyanyikan mazmur”, karena Tuhan telah menjadi bukit batu, kubu pertahanan, penyelamat, kota benteng, perlindungan, dan Juruselamat baginya (2 Samuel 22:2,3,50).
Berperan sebagai apakah Tuhan di dalam hidup Anda? Pemberi kedamaian di waktu kacau? Penghibur di tengah kehilangan? Pengampun dosa? Kekuatan di dalam tugas yang sulit?
Ambillah selembar kertas dan tuliskanlah daftar ucapan syukur Anda. Lalu luangkan waktu untuk memuji Allah atas segala keberadaan-Nya dan segala yang telah dilakukan-Nya.
Lepaskanlah balon Anda! —AMC

PUJIAN ADALAH LUAPAN HATI YANG BERSUKACITA

kembali ke atas

 


Senin,11 April
MENYINGKIRKAN LARVA SERANGGA
Baca:Amsal 3:19-26
Pertimbangan dan kebijaksanaan ..., peliharalah itu .... Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman (Amsal 3:21,23)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 1-3

Seorang pemilik rumah merasa putus asa karena pekarangan rumahnya dipenuhi oleh tikus tanah. Ia telah mencoba segala cara untuk mengalahkan musuh bawah tanahnya itu, namun gagal. Akhirnya seorang teman memberitahukan bahwa cara yang ia lakukan itu salah. Masalah yang sesungguhnya bukanlah tikus-tikus tanah tersebut, melainkan larva serangga yang menjadi makanan mereka. Singkirkanlah larva-larva itu, maka tikus tanah tidak lagi memiliki alasan untuk tinggal di sana.
Amsal pasal ketiga menggambarkan situasi serupa. Namun hal itu tidak menyangkut tikus tanah, tetapi ketakutan. Ketakutan itu merampas kekuatan kita di siang hari dan tidur kita di malam hari (ayat 24,25).
Hal yang juga nyata di dalam pasal ini adalah bahwa kita hanya dapat menghilangkan ketakutan apabila kita menyerang “larva-larva serangga” yang menarik perhatian ketakutan itu sendiri. Kita harus dapat mengatasi rasa puas diri dan ketidaksopanan (ayat 5-8). Kita harus menerapkan hikmat ilahi serta pengertian untuk mengubah jalan-jalan kita yang jahat dan bodoh (ayat 13-18). Hanya dengan cara seperti itulah, maka ketakutan akan kehilangan cengkeramannya.
Yang penting adalah mengetahui masalah sesungguhnya, sehingga kita dapat mengatasinya. Saat menghadapi ketakutan, kita harus mengambil keputusan yang bijaksana berdasarkan firman Allah dan membangun hubungan kepercayaan yang penuh kasih dengan Kristus. Begitulah caranya menyingkirkan “larva-larva serangga” —MRD

TETAPLAH MEMANDANG ALLAH
MAKA KETAKUTAN TIDAK AKAN TERLIHAT LAGI

kembali ke atas

 

Selasa,12 April
RUMAH PAPAN
Baca:Hagai 2:2-10
Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan? (Hagai 1:4)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 4-6

Nubuat Hagai di dalam Kitab Suci acap kali dilewatkan. Padahal di dalamnya terkandung banyak hal penting bagi kita. Kitab yang singkat ini berisi empat pesan Allah kepada orang-orang buangan Yahudi yang telah kembali dari Babel. Misi mereka adalah membangun kembali Bait Allah di Yerusalem.
Mereka mengawalinya dengan baik. Namun kemudian semangat mereka menyusut dan justru membangun rumah bagi mereka sendiri. Dalam pesan pertamanya, Hagai bertanya, “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?” (1:4).
Di dalam pesan keduanya (2:2-10), Hagai bertanya apakah ada orang yang mengingat bait Allah yang dibangun oleh Salomo dan dihancurkan oleh Raja Nebukadnezar. Ternyata tidak banyak orang tua yang pernah mengalami pembuangan itu, yang dapat mengingat kejayaan masa silam. Jika dibandingkan, proyek pembangunan yang diabaikan tersebut tampak menyedihkan.
Marilah kita renungkan selama beberapa saat tentang pekerjaan membangun gereja. Bagi kita, gereja merupakan tubuh Kristus, yaitu orang-orang percaya itu sendiri (1 Korintus 12:27). Misi kita sebagai pengikut Yesus adalah menjadi kuat, mengabdi, bertumbuh, serta bersaksi.
Bagaimanakah keadaan jemaat yang Anda hadiri? Apakah jemaat itu sibuk mengerjakan pekerjaan Allah? Apakah Anda terlibat? Ataukah pikiran Anda telah terganggu dengan pekerjaan membangun “rumah-rumah papan” Anda sendiri? —DCE

KOMITMEN KEPADA KRISTUS
BERJALAN SEIRING DENGAN KOMITMEN KEPADA GEREJA-NYA

kembali ke atas

 


Rabu,13 April
HARI TERGELAP
Baca:Matius 26:17-30
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru (Mazmur 118:22)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 7-9

Untuk merayakan hari raya Paskah, para penyembah Yahudi menyanyikan Mazmur 113-118, yaitu bagian yang disebut “Halel Mesir”. Upacara tersebut berkembang menjadi penghargaan terhadap kebebasan dan keindahan hidup yang telah diberikan Allah. Pada akhir upacara itu, para peserta bernyanyi dan memuji Allah untuk menyenangkan Dia dan juga untuk mengekspresikan kegembiraan mereka. Seorang rabi menjelaskan hal tersebut sebagai “sukacita atas kebebasan yang mendalam”.
Menjelang akhir acara makan Paskah, bagian kedua dari mazmur Halel ini pun dinyanyikan. Menurut Injil Matius, Yesus dan murid-murid-Nya menyanyikan sebuah kidung pujian dan “pergi ke Bukit Zaitun” setelah mereka merayakan Paskah terakhir mereka bersama-sama (26:30). Mereka saat itu barangkali menyanyikan mazmur berikut ini:
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan
Telah menjadi batu penjuru.
Hal itu terjadi dari pihak TUHAN,
Suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Inilah hari yang dijadikan TUHAN,
Marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
(Mazmur 118:22-24).
Apa pun kidung yang mereka nyanyikan, keyakinan Yesus akan kebaikan Bapa surgawi sungguh mengejutkan. Dia sanggup memuji Bapa-Nya, sekalipun Dia mengetahui bahwa sebentar lagi Dia akan mengalami hari yang paling gelap sepanjang perjalanan hidup-Nya —JAL

PUJIAN MEMILIKI KUASA
UNTUK MERINGANKAN BEBAN KITA YANG PALING BERAT

 

kembali ke atas

 

Kamis,14 April
MENGAPA BEGITU BURUK?
Baca:Yesaya 53:4-10
Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita (Yesaya 53:5)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 10-12

Derita. Derita yang keji, mengerikan, dan menyiksa. Derita yang tak kenal henti, tak tertahankan, dan tak terkatakan. Dengan setiap cambukan di punggung Yesus dan setiap langkah yang berat mendaki Bukit Golgota, Sang Juruselamat menerima hukuman atas dosa yang kita perbuat.
Di dunia yang mengajak kita untuk menjadikan semuanya baik-baik saja, kerap kali kita memandang dosa dan berpikir, apa salahnya berbuat dosa? Lagi pula, dosa kita tidak begitu buruk. Jika kita berbohong atau berbuat curang sedikit saja—apa bahayanya? Jika kita bergunjing atau berkata kasar beberapa kali—siapa yang akan terluka? Mengapa dosa begitu buruk?
Dosa itu buruk karena dosa membuat Yesus harus menderita. Ya, dosa kita adalah alasan Yesus menderita siksaan saat Dia berjalan menuju penyaliban—dan saat Dia tergantung di atas salib itu hingga akhirnya mati secara mengerikan.
Tentu saja kita tidak pernah dapat mengubah apa yang telah terjadi; derita itu tidak pernah dapat dibatalkan. Namun kita perlu mengerti bahwa jika kita terus berbuat dosa secara sadar, sebenarnya kita membelakangi Yesus dan derita-Nya. Seakan-akan kita berkata bahwa kita tak peduli terhadap apa yang dialami Yesus karena kita. Kita tetap akan melakukan apa yang kita inginkan. Berdosa di bawah terang salib berarti mengatakan kepada Yesus bahwa bahkan penderitaan-Nya yang hebat pun belum membuat kita mengerti tentang kekejaman dosa.
Mengapa dosa begitu buruk? Lihatlah apa yang dilakukan dosa terhadap Yesus —JDB

YESUS MENANGGUNG DOSA KITA
SUPAYA KITA MEMILIKI KESELAMATAN-NYA

kembali ke atas

 


Jumat,15 April
ORANG YANG LEWAT
Baca:Markus 15:24-38
Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia (Markus 15:29)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 13-15

Pikirkan orang-orang yang melewati Yesus sewaktu Dia tergantung di salib. Betapa tak berperasaannya mereka! Namun sebelum cepat-cepat menghakimi mereka, marilah kita mengingat bahwa banyak orang masih melakukan hal itu hari ini. Mereka dibagi dalam tiga kelompok berikut.
Pertama, orang yang menginginkan salib tanpa Kristus. Menyembah sebuah simbol tanpa Sang Juruselamat adalah hal yang mungkin untuk dilakukan. Sebagian orang mungkin memegang sebuah miniatur salib dari kayu atau emas, namun simbol itu tidak akan pernah menebus satu dosa pun. Hanya Kristus yang menebus jiwa kita dengan darah-Nya yang mahal.
Kedua, orang yang menginginkan Kristus tanpa salib. Mereka menginginkan seorang pemenang, bukan Anak Domba yang sekarat. Mereka akan berseru, “Turunlah dari salib itu!” (Markus 15:30). Banyak orang menginginkan teladan yang baik, guru yang hebat, atau raja yang berjaya. Injil mereka didasarkan atas perbuatan. Mereka memandang rendah Injil yang menyatakan bahwa kita dibenarkan oleh iman dalam Dia yang mencurahkan darah-Nya di kayu salib.
Ketiga, mereka yang tidak menginginkan Kristus ataupun salib-Nya. Mereka tidak tersentuh oleh dukacita-Nya, tidak tergerak oleh penderitaan-Nya, dan tak menyesali dosa-dosa mereka yang ditanggung oleh-Nya. Mereka tidak pernah berseru seperti penulis lagu John M. Moore, “Segala kejahatanku ditimpakan kepada-Nya—Dia memaku semuanya ke kayu salib. Yesus membayar penuh utang dosaku—Dia membayar tebusan bagiku” —PRVG

YESUS MENGGANTIKAN KITA
SUPAYA KITA MEMPEROLEH DAMAI-NYA

kembali ke atas

 

Sabtu,16 April
BATU ITU AKAN DIPINDAH
Baca:Markus 16:1-14
Ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu … itu sudah terguling (Markus 16:4)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 16-18

Para wanita yang bermaksud meminyaki jenazah Yesus patut dipuji atas kelembutan kasih dan rasa hormat mereka bagi Juruselamat. Namun, saat mereka sudah hampir tiba di pemakaman, kesulitan memindahkan batu berat yang menyegel kubur-Nya membuat mereka khawatir. Ketakutan mereka tidak berdasar; batu itu sudah dipindahkan.
Demikian pula, kita kerap merasa perlu mengkhawatirkan kesulitan masa depan. Padahal Allah dengan murah hati akan menyingkirkan atau menolong kita mengatasinya. Mari kita menerapkan iman yang lebih besar dalam menghadapi rintangan yang mungkin menghadang di jalan. Kita dapat yakin bahwa Tuhan akan membantu ketika menghadapi hal-hal tersebut jika kita terus maju dalam nama-Nya dan bagi kemuliaan-Nya.
Puisi berikut memberi beberapa nasihat praktis yang sesuai dengan bacaan kita hari ini:
Di dalam kilauan sinar matahari hari ini,
Tinggalkanlah kekhawatiran esok hari—
Janganlah merusak sukacita saat ini dengan bertanya:
“Siapakah yang akan menggulingkan batu itu?”
Kerap, sebelum kita berhadapan dengan ujian itu
Kita telah datang dengan sukacita,
Para malaikat telah turun dari surga
Dan telah menggulingkan batu itu—ANONIM
Hari ini majulah di dalam pelayanan, tak gentar oleh rintangan yang akan datang. Biarlah hati Anda bersorak oleh kepastian bahwa apa pun kesulitan yang mungkin Anda hadapi, Allah akan memindahkan batu itu —HGB

JIKA ALLAH TIDAK MEMINDAHKAN RINTANGAN
DIA AKAN MENOLONG ANDA MELALUINYA

kembali ke atas

 


Minggu,17 April
KARYA KRISTUS BELUM USAI
Baca:Ibrani 7:23-8:2
Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka (Ibrani 7:25)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 19-21

Kita sering mendengar tentang keselamatan yang disediakan Kristus di Kalvari saat Dia mati bagi dosa-dosa kita. Namun hanya sedikit pernyataan tentang pelayanan doa-Nya yang terus berlanjut bagi pertumbuhan rohani kita. Sama seperti ketika Yesus berdoa bagi Petrus di tengah godaan yang berat (Lukas 22:31,32), Dia pun kini menjadi Pengantara kita di hadapan takhta Bapa. Pekerjaan penting Sang Juruselamat ini akan terus berlanjut selama kita masih memerlukan pertolongan, penghiburan, dan berkat-Nya.
Robert Murray McCheyne, pendeta Skotlandia abad ke-19 yang terkasih menulis, “Jika saya dapat mendengar Kristus berdoa bagi saya di kamar sebelah, saya tidak akan takut menghadapi sejuta musuh. Namun, jarak tidaklah penting. Dia sedang berdoa bagi saya!”
Pada saat mengalami krisis pribadi yang dalam, saya menyadari kebenaran Ibrani 7 melalui cara yang baru dan indah. Setan sepertinya menyerang saya dari segala arah. Karena itu, saya memohon kepada Tuhan untuk membela saya. Keesokan harinya masalah itu terselesaikan, dan saya tahu bahwa hal tersebut adalah campur tangan Tuhan yang istimewa. Saat itulah saya benar-benar menyadari akan pelayanan Sang Juruselamat sebagai Imam Besar (8:1).
Jika Anda sedang mengalami kesulitan besar, ceritakanlah kepada Yesus. Dia akan mengajukan kebutuhan-kebutuhan Anda kepada Bapa. Melalui pekerjaan-Nya sebagai pengantara, Anda akan memperoleh hasil-hasil luar biasa yang hanya dapat dicapai oleh doa-doa-Nya —HGB

SETAN TIDAK BERDAYA MELAWAN KUASA DOA KRISTUS

kembali ke atas

 

Senin,18 April
BANTUAN DALAM PERJALANAN
Baca:1 Yohanes 3:11-20
Barang siapa … melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaima-nakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? (1 Yohanes 3:17)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 22-24

Suatu kali teman kami bepergian dari Georgia ke Illinois dengan mengendarai sebuah mobil sewaan. Di tengah jalan, mobil mereka rusak karena menabrak sebuah lubang besar di jalan. Lalu lintas pun menjadi lumpuh, sehingga suasana saat itu agak kacau.
Sementara teman kami berusaha mencari jalan keluarnya, seorang petugas polisi menawarkan untuk mengantarkan mereka ke restoran McDonald’s terdekat. Sesampainya di sana, mereka hanya duduk-duduk di tenda depan restoran sambil menunggu mobil mereka diperbaiki. Mereka tidak membeli apa-apa. Mereka tidak punya banyak uang. Selama ini mereka berdedikasi untuk melayani orang lain.
Sementara itu, mereka menelepon kami untuk memberitahukan kesulitan mereka. Namun, kami tidak dapat berbuat banyak kecuali berdoa dan percaya bahwa Allah akan menjaga mereka. Sementara mereka dan anak-anak duduk di tenda depan restoran itu, seorang pria mendekati mereka sambil membawa kantong-kantong berisi burger dan kentang goreng. “Allah meminta saya untuk memberi kalian makanan,” jelasnya sambil mengantarkan makan malam bagi keluarga yang lapar itu.
Sudah berapa kalikah Anda melihat Allah mengirimkan bantuan dalam perjalanan? Atau sebaliknya, sudah berapa kalikah kita merasakan dorongan untuk menolong seseorang—namun kemudian menolaknya?
Kita adalah tangan-tangan Allah di bumi—diciptakan untuk menerima bantuan dan untuk memberikannya. Apakah Anda mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan dalam perjalanan? —JDB

TANGAN YANG MEMBERIKAN BANTUAN
DAPAT MERINGANKAN BEBAN ORANG LAIN

kembali ke atas

 


Selasa,19 April
PELAJARAN DARI LEBAH MADU
Baca:2 Raja-raja 7:1-11
Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN (Mazmur 107:2)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 25-27

Beberapa tahun lalu saya memasang sarang madu untuk memberi makan sekelompok lebah yang bersarang tak jauh dari situ. Mula-mula saya menangkap seekor lebah di sebuah cangkir, lalu menaruhnya di atas sarang madu, dan menanti si lebah menemukan harta karun itu. Setelah kenyang dan puas, si lebah langsung terbang lagi ke sarangnya. Sesaat kemudian ia kembali bersama selusin lebah lainnya. Kelompok ini kemudian membawa lebih banyak lebah lagi. Akhirnya sarang madu itu tertutup segerombolan lebah dan tak lama kemudian telah membawa semua madu ke sarang mereka.
Itu adalah sebuah pelajaran penting bagi kita! Apakah kita akan menceritakan Pribadi yang telah kita temukan kepada orang lain? Kristus telah memercayakan kepada kita pemberitaan “kabar baik” itu. Apakah kita, yang telah menemukan madu di dalam Sang Batu Karang—Kristus Yesus—justru kurang perhatian terhadap orang lain daripada lebah itu?
Keempat orang kusta yang duduk di muka gerbang Samaria, setelah menemukan makanan di perkemahan tentara Aram yang telah melarikan diri pada waktu malam, meneruskan kabar baik tersebut. Mereka berkata satu sama lain, “Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja ... marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja” (2 Raja-raja 7:9).
Keliru jika seorang anak Allah yang mengetahui kabar baik Injil tidak meneruskannya kepada orang lain. Marilah bercerita tentang Kristus kepada seorang jiwa yang lapar hari ini —MRD

SETELAH ANDA MENGECAP SANG ROTI HIDUP
ANDA TENTU INGIN MEMBAGIKAN-NYA KEPADA ORANG LAIN

kembali ke atas

 

Rabu,20 April
ALLAH YANG MUTLAK
Baca:Maleakhi 3:6-12
Aku, TUHAN, tidak berubah (Maleakhi 3:6)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 28-30

Saya meragukan ketepatan timbangan badan yang terletak di kamar mandi kami. Karena itu saya telah belajar untuk memanipulasinya dengan cara saya sendiri. Saya dapat mengubah-ubah tombol kecil di samping timbangan, dan jika hal itu terlalu sulit, saya cukup memiringkan badan ke arah tertentu. Tujuannya adalah untuk memperoleh angka yang bagus—semoga saja berkurang beberapa kilogram.
Kita hidup pada zaman di mana banyak orang merasa yakin bahwa tidak ada hal yang mutlak. Sikap melayani diri sendiri merajalela dan menginjak-injak hukum moral yang diberikan bagi perlindungan masyarakat. Budaya kita membanggakan “kebebasan” yang sesungguhnya merupakan perbudakan dari dosa (Roma 6:16,17).
Namun ada Allah yang mutlak dan timbangan-Nya selalu tepat. Bersama Dia, satu kilo adalah satu kilo, benar adalah benar, dan salah adalah salah. Dia berkata, “Aku, TUHAN, tidak berubah” (Maleakhi 3:6).
Bagi kita sebagai orang percaya, hal ini seperti besi baja yang menjadi tulang punggung rohani kita. Kita mendapatkan rasa percaya diri saat menghadapi kesulitan dan memperoleh keyakinan akan penggenapan setiap janji ilahi.
Apabila Allah dapat dengan mudah berubah pikiran, maka kehidupan kekal kita akan terus-menerus berada di dalam situasi yang membahayakan. Akan tetapi, karena Dia merupakan Pribadi Yang Tidak Berubah, maka kita “tidak akan lenyap” (ayat 6). “Tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi” (Ratapan 3:22,23) —PRVG

BUMI BERUBAH, NAMUN ALLAH DAN FIRMAN-NYA TETAP!—Browning

kembali ke atas

 

Kamis,21 April
TERUSKANLAH
Baca:Mazmur 71:12-18
Sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini (Mazmur 71:18)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 31-33

Menjadi tua tidak berarti menjadi tidak berguna. Menjadi tua dapat berarti bertumbuh, menjadi dewasa, mengabdi, melayani, mengambil risiko, menikmati diri sendiri hingga akhir hidup kita. “Orang-orang tua perlu menjadi penjelajah,” kata pengarang T.S. Eliot. Salah seorang teman saya berkata, “Bersenang-senanglah selama Anda masih hidup.”
Menyia-nyiakan waktu pada masa tua kita berarti merampas tahun-tahun terbaik yang mungkin terjadi dalam hidup kita. Hal itu juga menghalangi anugerah yang diberikan Allah untuk memperkaya gereja-Nya. Masih ada pelayanan yang perlu dilakukan dan kemenangan untuk diraih.
Sebagian orang tua mungkin tidak memiliki energi atau kecenderungan untuk memimpin, namun mereka adalah aset yang tak ternilai bagi generasi pemimpin berikutnya. Seseorang bertanya kepada John Wesley apa yang akan dilakukannya jika ia tahu hidupnya tak lama lagi. Ia menjawab, “Saya ingin melakukan regenerasi kepada orang-orang muda hingga waktu itu tiba, yaitu ketika saya dipanggil untuk menyerahkan roh saya kembali kepada Dia yang memberikannya.”
Sang pemazmur juga rindu mewariskan pemahamannya tentang Tuhan kepada orang lain, dan ia berdoa, “Sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini” (Mazmur 71:18).
Kita pun harus tetap terbuka untuk dipakai Allah untuk memperkaya hidup orang lain. Mungkin manfaat diri kita yang terbesar adalah untuk mewariskan pemahaman kita tentang Allah kepada orang lain —DHR

MELUPAKAN ORANG LANJUT USIA BERARTI MENGABAIKAN HIKMAT YANG DIPEROLEH SELAMA BERTAHUN-TAHUN

kembali ke atas

 


Jumat,22 April
TERLUKA DAN MENDENGAR
Baca:Keluaran 5:24-6:8
Aku telah memerhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan aku telah mendengar seruan mereka (Keluaran 3:7)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 34-36

Saat kita mengalami dukacita yang dalam atau situasi yang sulit, kita barangkali merasa tersinggung apabila seseorang mengatakan bahwa sesuatu yang baik dapat muncul dari kesukaran kita. Seseorang bermaksud baik yang mencoba untuk mendorong kita untuk memercayai janji-janji Allah, dapat dianggap sebagai orang yang tidak memiliki perasaan atau bahkan tidak realistis.
Hal itu terjadi terhadap bangsa Israel, yaitu ketika Allah sedang mengusahakan pembebasan mereka dari tanah Mesir. Firaun mengeraskan hatinya terhadap perintah Allah untuk membiarkan umat-Nya pergi, dan ia memperberat beban kerja budak-budak Ibrani dengan memaksa mereka mengumpulkan jerami yang diperlukan untuk membuat batu bata (Keluaran 5:10,11). Mereka menjadi begitu patah semangat, sehingga tidak dapat menerima jaminan Musa bahwa Allah telah mendengar seruan mereka dan berjanji untuk membawa mereka ke tanah milik mereka sendiri (6:8).
Kadang-kadang luka dan ketakutan yang kita alami dapat menutup telinga kita terhadap kata-kata Allah yang penuh dengan pengharapan. Akan tetapi, Tuhan ternyata tidak berhenti berbicara kepada kita pada saat kita mengalami kesulitan untuk mendengarkan. Dia justru akan terus-menerus berusaha demi kepentingan kita. Hal itu terjadi sama seperti ketika Dia membebaskan umat-Nya dari tanah Mesir.
Pada saat kita mengalami belas kasihan Allah dan kepedulian-Nya, maka kita akan dapat mendengar suara-Nya kembali, sekalipun luka itu belum sembuh —DCM

BAHKAN SAAT KITA TIDAK MERASAKAN KEHADIRAN ALLAH
KASIH-NYA BERADA DI SEKELILING KITA

kembali ke atas

 

Sabtu,23 April
ALLAH MAMPU
Baca:Yohanes 3:1-16
Jika seorang tidak dilahirkan dari … Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam
Kerajaan Allah (Yohanes 3:5)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 37-39

Pendeta Craig sedang bercakap-cakap dengan serius di sebuah klub kesehatan dengan seorang teman bernama Jacob. Percakapan itu dimulai setelah Jacob menaiki sepeda olahraga yang berada di sebelahnya. Craig bertanya, “Apakah Anda akan menonton film The Passion of the Christ?” “Tidak!” jawab Jacob dengan cepat. Sementara kedua pria tersebut mengayuh sepeda bersebelahan, mereka pun berdiskusi selama setengah jam mengenai tujuan kematian Yesus. Pada saat mereka berpisah, Jacob berkata, “Saya tetap tidak akan menonton film itu.”
Craig merasa frustrasi menghadapi kenyataan itu. Tidak ada hal lain yang dapat membuatnya senang selain melihat Jacob membuka hatinya untuk Kristus. Akan tetapi, ternyata tidak ada tanda-tanda bahwa Jacob akan tergerak untuk melakukan hal itu.
Sebagai orang yang percaya kepada Yesus, kita kadang kala merasa frustrasi saat orang lain menolak untuk percaya kepada-Nya. Jika hal itu terjadi, kita harus ingat bahwa peran kita adalah menaati perintah untuk memberitakan tentang Kristus kepada orang lain; pekerjaan Roh Kudus adalah menyadarkan dan menyelamatkan mereka. Orang-orang perlu dilahirkan dari Roh (Yohanes 3:5,7); kita tidak dapat membuat mereka percaya ataupun menebus mereka. Dialah yang menyadarkan seseorang akan dosa, mengampuni, dan memberikan hidup baru dari surga. Kita tidak mampu berbuat lebih banyak—kecuali berdoa.
Marilah kita bersaksi dengan setia dan berdoa, dan biarlah Allah yang melakukan mukjizat keselamatan —DCE

KITA MENANAMKAN BENIH
ALLAH MEMBERIKAN TUAIAN

kembali ke atas

 

Minggu,24 April
MENYEMBAH DAN MENAATI
Baca:Mazmur 95
Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, … janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba (Mazmur 95:1,8)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 40-42

Jutaan orang kristiani berkumpul setiap hari Minggu untuk menyembah Allah sebagai Pencipta dan Penebus mereka. Kebaktian gereja merupakan saat untuk memberitakan kebajikan Allah dan untuk memuji Dia, baik secara resmi dan liturgis ataupun tak resmi dan spontan. Akan tetapi, selama berabad-abad sejarah gereja mengungkapkan betapa cepatnya penyembahan dapat berubah menjadi ritual yang hampa. Hal ini terjadi ketika orang-orang pilihan Allah mengeraskan hati mereka dan tidak mematuhi firman-Nya.
Pemazmur mengetahui kebenaran ini melalui pengalaman bangsa Israel. Di bawah kepemimpinan Musa, mereka telah dibebaskan dari perbudakan di Mesir secara ajaib dan telah memuji Tuhan dengan penuh semangat (Keluaran 12-15). Akan tetapi, hampir seketika itu juga mereka mulai meragukan kebaikan dan kebajikan Allah. Mereka bersungut-sungut dan mencari-cari kesalahan Tuhan serta Musa, hamba-Nya. Mereka mengabaikan perintah-Nya, dan penyembahan mereka pun menjadi hampa. Hal ini rupanya membangkitkan murka Allah, sehingga akibatnya mereka harus berkelana selama empat puluh tahun di padang gurun yang sebenarnya dapat mereka seberangi dalam waktu singkat. Sebagian besar dari mereka tidak diperkenankan untuk masuk ke Tanah Perjanjian.
Ya Tuhan, penuhilah diri kami dengan kekaguman dan ucapan syukur atas keselamatan-Mu yang ajaib. Tolonglah kami untuk menghaturkan pujian yang layak Engkau terima, dan juga mampukanlah kami untuk setia di dalam kasih dan ketaatan kepada-Mu —HVL

PENYEMBAHAN KITA BENAR
JIKA KITA MEMILIKI HUBUNGAN YANG BENAR DENGAN ALLAH

kembali ke atas

 


Senin,25 April
KUASA KETERBATASAN
Baca:Keluaran 4:10-17
Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau,
apa yang harus kaukatakan (Keluaran 4:12)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 43-45

Musa mencari-cari alasan pada saat ia dipanggil oleh Allah. “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah” (Keluaran 4:10).
Dari pernyataan itu, Musa sepertinya memiliki kesulitan berbicara—barangkali ia gagap. Akan tetapi TUHAN berfirman kepadanya, “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?” (ayat 11).
Kecacatan, ketidakmampuan, kekurangan fisik kita bukanlah suatu kecelakaan. Semuanya itu merupakan rancangan Allah. Dia menggunakan setiap ketidaksempurnaan kita untuk kemuliaan-Nya. Cara Allah mengatasi sesuatu yang kita sebut “keterbatasan” adalah tidak dengan menghilangkannya, namun memberkatinya dengan kekuatan serta menggunakannya untuk kebaikan.
Di dalam kitab Perjanjian Baru, Rasul Paulus menyebutkan “duri di dalam daging” yang tak terdefinisikan. Ia telah berulangkali meminta kepada Tuhan untuk mengambilnya (2 Korintus 12:7,8). Akan tetapi Allah justru berkata, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (ayat 9).
Rasul Paulus bahkan telah belajar untuk “menikmati” kesulitan-kesulitan yang ia hadapi. “Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku,” demikian katanya (ayat 9). “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat” (ayat 10) —DHR

KUASA ALLAH PALING JELAS TERLIHAT
DI DALAM KELEMAHAN KITA

kembali ke atas


Selasa,26 April
DARI CACING HINGGA PERANG
Baca:Hakim-hakim 6:11-16,33-40
Berfirmanlah TUHAN kepada [Gideon]: “Selamatlah engkau! Jangan takut” (Hakim-hakim 6:23)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 46-48

Cleotis, 10 tahun, baru pertama kali memancing. Sewaktu melongok ke dalam kaleng umpan, ia tampak enggan untuk memulai. Akhirnya ia berkata kepada suami saya, “Tolong, S-T-C!” Saat suami saya bertanya apa masalahnya, Cleotis menjawab, “S-T-C! Saya Takut Cacing!” Ketakutan telah membuatnya tidak mampu bertindak.
Ketakutan pun dapat melumpuhkan orang dewasa. Gideon pasti takut saat malaikat Tuhan datang kepadanya ketika ia sedang mengirik gandum secara diam-diam, bersembunyi dari musuhnya, yaitu orang Midian (Hakim-hakim 6:11). Sang malaikat berkata bahwa ia telah dipilih oleh Allah untuk memimpin umat-Nya di dalam peperangan (ayat 12-14).
Bagaimana tanggapan Gideon? “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku” (ayat 15). Setelah Tuhan meyakinkan bahwa Dia akan menyertainya, Gideon masih tampak takut dan meminta tanda bahwa Dia benar-benar akan memakai dirinya untuk menyelamatkan orang Israel seperti yang dijanjikan-Nya (ayat 36-40). Dan Allah menanggapi permintaan Gideon. Bangsa Israel berhasil dalam peperangan dan kemudian menikmati keamanan selama empat puluh tahun.
Kita semua memiliki berbagai macam ketakutan, mulai dari ketakutan terhadap cacing hingga ketakutan akan peperangan. Kisah Gideon mengajar kita untuk meyakini satu hal: Jika Allah meminta kita untuk melakukan sesuatu, Dia akan memberi kita kekuatan dan kuasa untuk melakukannya —AMC

UNTUK MENGUSIR KETAKUTAN DARI HIDUP ANDA
PERCAYALAH KEPADA ALLAH YANG HIDUP

kembali ke atas


Rabu,27 April
WARISAN GURU
Baca:2 Korintus 6:1-10
Kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah … dalam kemurahan hati, dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik (2 Korintus 6:4,6)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 49-51

Pendeta Paul Walker membagikan kisah tentang pengalaman keselamatannya: “Sepanjang hidup saya, saya diajar oleh banyak guru Sekolah Minggu, namun hanya satu yang saya ingat dengan jelas. Ia adalah seorang mantan Marinir yang berbadan besar, berwajah merah, yang mungkin melanggar setiap aturan dan teknik mengajar yang baik. Satu hal yang paling saya ingat tentang dirinya adalah betapa ia sangat mengasihi kami ….
“Pada akhir dari setiap sesi Sekolah Minggu, ia akan berkata, ‘Anak-anak, marilah kita berlutut dan bercakap-cakap dengan Tuhan.’ Kemudian ia akan merangkul kami bersembilan dengan tangannya yang besar sementara kami membentuk lingkaran. Lalu ia akan berdoa bagi kami satu per satu. Dan apakah Anda terkejut apabila tujuh dari kesembilan anak laki-laki itu sekarang melayani Tuhan, dan saya adalah salah seorang dari antara mereka?”
Jika Anda memiliki kelas Sekolah Minggu, kelompok kecil, atau tanggung jawab mengajar lainnya, apakah Anda memberikan perhatian yang hangat bagi setiap murid Anda secara pribadi? Rasul Paulus berkata bahwa ia menunjukkan dirinya sebagai pelayan Allah “dalam kemurahan hati, dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik” (2 Korintus 6:6).
Metode yang digunakan oleh guru Paul Walker tidak perlu ditiru secara persis, namun perhatian tulus yang diberikannya dan kepedulian rohani yang ditunjukkannya kepada setiap muridnya adalah sebuah contoh indah mengenai pentingnya mengajar dengan kasih —HGB

MENCINTAI TUGAS MENGAJAR DAN MENCINTAI MEREKA YANG ANDA AJAR ADALAH DUA HAL YANG BERBEDA

kembali ke atas


Kamis,28 April
BERCAHAYA
Baca:Matius 5:1-16
Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga (Matius 5:16)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 52-54

Ketika masih kecil, saya suka menyanyikan pujian di gereja seperti Throw Out the Lifeline [Lemparkan Tali Penyelamat Itu] dan Let the Lower Lights Be Burning [Biarkan Cahaya di Kapal Tetap Menyala]. Pujian itu memakai gambaran kapal yang kandas dan bahaya di lautan untuk mengilustrasikan tanggung jawab rohani kita kepada orang lain. Namun saya tinggal di Oklahoma yang terkurung daratan. Jadi, saya tak pernah melihat samudera, dan pengalaman “melaut” saya hanya bermain dengan kapal dari kotak korek api di lumpur. Saya hafal kata-kata pujian itu, tetapi tidak tahu bagaimana menyelamatkan “pelaut yang sedang berjuang dan hampir pingsan”.
Namun di Sekolah Minggu, saat kita menyanyikan “Ini cahaya kecil milikku, akan kubiarkan tetap bercahaya”, yang harus saya lakukan tampak jelas. Yesus berkata, “Kamu adalah terang dunia …. Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (Matius 5:14,16). Kita mengingat Ucapan Bahagia (ayat 3-12) sebagai contoh bagaimana hidup kita dapat bercahaya bagi Dia.
Sebagai seorang anak, saya tahu bahwa saya tidak boleh malu untuk hidup bagi Yesus. Seorang kristiani yang diam-diam itu bagaikan lampu yang tersembunyi di bawah gantang, bukannya bercahaya secara terbuka di tempat ia dapat menolong orang lain (ayat 15).
Kini, orang-orang di sekitar kita berada dalam bahaya dan kegelapan rohani. Entah tua atau muda, kita dapat membiarkan terang kita menyala bagi Dia dan untuk mereka —DCM

SECERCAH CAHAYA DAPAT MEMBERIKAN PENGHARAPAN
DI TENGAH MALAM YANG TERGELAP

kembali ke atas


Jumat,29 April
TAK TERSEMBUNYI
Baca:Markus 7:24-30
Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan (Markus 7:24)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 55-57

Minyak wangi dari bunga mawar merupakan salah satu produk negara Bulgaria yang paling berharga dan dibebani pajak ekspor yang tinggi. Suatu kali seorang turis yang tidak bersedia membayar pajak, menyembunyikan dua botol kecil minyak berharga ini di dalam kopernya. Akan tetapi, ada sedikit parfum yang telah tumpah di kopernya. Setibanya di stasiun kereta api, aroma parfum itu telah menyebar dari dalam koper, sehingga memberitakan harta karun yang tersembunyi tersebut. Pihak berwenang segera mengetahui apa yang telah dilakukan sang pria dan menyita suvenir mahal tersebut.
Hal yang sama berlaku untuk Tuhan Yesus. Dia pun tidak dapat dirahasiakan. Orang banyak selalu mengerumuni-Nya. Mereka ingin mendengar perkataan hikmat, menerima pengampunan-Nya, serta meminta belas kasihan-Nya.
Setelah Dia naik ke surga kepada Bapa-Nya, pengaruh Yesus berlanjut di dalam kehidupan murid-murid-Nya. Orang banyak sadar bahwa mereka bersama Yesus (Kisah Para Rasul 4:13). Sikap dan tingkah laku mereka menandakan bahwa mereka adalah pengikut-Nya yang sejati.
Apakah Anda benar-benar hidup bagi Yesus? Apakah kasih Kristus begitu nyata di dalam hidup Anda sehingga orang-orang yang mengenal Anda dapat menyadari bahwa Anda adalah pengikut Dia yang “tidak dapat dirahasiakan”? (Markus 7:24). Jika memang demikian halnya, maka dunia akan dengan mudah melihat bahwa Anda berada di pihak Allah. Pengaruh Anda tidak dapat dirahasiakan —HGB

ANDA TIDAK DAPAT MENYEMBUNYIKAN PENGARUH ANDA

kembali ke atas


Sabtu,30 April
PENGALAMAN YANG HILANG
Baca:Mazmur 51:3-15
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu (Mazmur 51:14)
Bacaan Alkitab Setahun:Mazmur 58-60

Seorang pendeta di Los Angeles mengunjungi seorang pria dan menanyakan apakah ia seorang kristiani. “Oh, ya. Saya adalah anggota sebuah gereja di Ohio,” katanya, “dan pada saat saya meminta surat keanggotaan gereja sebelum datang ke sini, saya duduk dan menuliskan pengalaman kristiani saya di atas sehelai kertas. Saya telah menyimpan kedua surat tersebut di dalam sebuah kotak kecil. Saya akan menunjukkannya kepada Anda.”
Ketika ia mengeluarkan kotak itu, ternyata seekor tikus telah menggerogoti kotak itu dan menghancurkan surat-surat yang ada di dalamnya. Ia berkata kepada sang pendeta, “Saya telah kehilangan pengalaman kristiani dan surat gereja saya.”
Jika hanya kedua dokumen itu yang hilang, kehilangan itu tidaklah besar. Banyak orang menanam “saham” yang besar di dalam sertifikat baptisan atau surat keterangan gereja, namun mereka tidak mengalami karya anugerah sejati di dalam hati. Hanya iman di dalam Sang Juruselamatlah yang akan memberikan keselamatan.
Orang-orang kristiani sejati juga dapat belajar dari cerita ini. “Pengalaman” mereka yang dulu penting mungkin telah “disimpan di dalam kotak” dan dibiarkan membusuk. Mereka telah gagal untuk menjaganya tetap segar dan hidup, melalui persekutuan setiap hari dengan Tuhan melalui doa dan pemahaman Alkitab.
Jika hal ini menggambarkan diri Anda, berserulah bersama Daud, “Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu” (Mazmur 51:14) —PRVG

IMAN DI DALAM PENGAKUAN IMAN RASULI DAPAT MENJADI BUSUK
TETAPI IMAN DI DALAM KRISTUS DAPAT TETAP SEGAR SETIAP HARI

kembali ke atas